Indonesia Milik Kita  

Posted by Faiz Ahmad Nuzuliansyah

Perubahan memang selalu datang dalam kehidupan, tinggal bagaimana kita menyikapinya. Itulah kata-kata bijak yang paling tepat menjadi qiblat untuk kita berkaca. Bagaimana tidak? Di zaman modern ini, zaman yang selalu tak bisa lepas dari berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Beragam hal dapat dengan mudah kita dapatklan dan kita ketahui dengan praktis dan cepat, dengan akses internet yang kini bukanlah barang mewah lagi, bahkan sudah bisa dibilang sebagai life style  dan kebutuhan.
Maraknya media social  yang berkembang di Negara kita ini, seperti twitter, facebook, wordpress, blog dan lain sebagainya. Telah membawa dampak positive yang tentunya di ikuti juga oleh dampak negative. Dampak positivenya, kita bisa saling berinteraksi dengan siapapun dan dimanapun, sharing, atau hanya untuk sekedar posting tulisan. Sedang dampak negative dari media social yang kini telah mewabah ini juga perlu menjadi perhatian kita bersama, bagaimana tidak? Banyak penipuan dan tindak criminal yang berawal dari media social. Kita harus memincingkan mata, karena mayoritas pengguna media social adalah generasi muda kita yang masih dalam keadaan psikis yang labil. Memang media social telah banyak memberi dampak positive terutama dalam bidang pendidikan, tapi banyak juga dampak negativenya yang membuat para generasi kita semakin terpuruk dalam jurang kerusakan moral dan budaya.
Begitu banyaknya dampak negative pada media sosial yang sampai saat ini masih belum mampu di imbangi dampak positivenya, maraknya media sosial di kalangan generasi muda membuat mereka lebih suka nongkrong di depan computer dengan bermain media sosial yang kebanyakan di manfaatkan hanya untuk kesenengan belaka, tidak di manfaatkan sebagi sarana pembelajaan. Berapa banyakkah generasi muda kita sekarang ini yang peduli dengan negaranya, atau berapa banyakkah generasi muda kita yang tahu akan hari-hari bersejarah, atau berapa banyakkah generasi muda kita yang mengetahui bagaimana saudara-saudara kita yang saat ini tidak bisa merasakan bangku sekolah. Bahkan masih banyak di pelosok negeri ini generasi muda kita yang harus menempuh berkilo-kilo meter hanya demi mencari ilmu. Apakah kita tidak malu? kita yang di anugerahi teknologi dan kesempatan hanya membuangnya sia-sia, sedangkan mereka, demi mencari ilmu mereka rela melakukan sesuatu yang semestinya bukan tanggung jawab mereka.
Andai saja kita bisa memanfaatkan media sosial untuk sesuatu yang lebih bermanfaat, memanfaatkannya untuk sesuatu yang bisa menunjang belajar kita. Tentunya itu akan membawa dampak positive bagi kehidupan kita, bagi bangsa dan Negara di masa depan. Untuk mewujudakan semua sehingga menjadi sedemikian rupa, tak cukup hanya generasi muda yang berpartisipasi, guru, orangtua dan juga pemerintah hendaknya mencoba membuat bagaimana media sosial yang saat ini berkembang bisa menjadi lebih bermanfaat. Orang tua membimbing putra-putrinya di rumah dalam memanfaatkan media sosial, guru memberi arahan dan menunjukkan jalan mana yang benar bagi para siswa-siswinya, dan pemerintah turut serta dengan memberikan dana pendidikan yang di salurkan ke Kementrian Agama senilai 37,3 triliun dan Kementrian Pendidikan Nasional senilai 57,8 triliun, tapi tetap bagaimanapun generasi mudalah yang memegang tongkat kekuasaan atas dirinya sendiri, dalam mempersiapkan diri untuk masa depan nanti.
Jadi tujuan kita untuk membuat media sosial menjadi lebih bermanfaat bagi generasi muda tak cukup jika hanya generasi muda saja yang melaksanakan, tapi juga dukungan dari berbagai pihak. Dan hendaknya generasi muda kita bisa lebih bersyukur atas apa yang telah di anugerahkan Tuhan kepada kita. Boleh saja kita menerima masuknya budaya dari luar asal kita tetap berpegang teguh pada pancasila dan UUD 1945, dan terus berusaha membangun Negara dan bangsa demi kepentingan bersama, karena Indonesia milik kita bersama.

16 10 11
Faiz Ahmad Nuzuliansyah


This entry was posted on Senin, 28 November 2011 at 01.15 . You can follow any responses to this entry through the comments feed .

0 komentar

Posting Komentar