Malam yang semakin larut dan mulai beranjaklah sang pagi yang petang. Fajar kadzib nampaknya sudah mulai muncul, membuat san ayam jantan berkokok di tengah pagi yang masih gelap. Sambil menunggu sang surya muncul, tak ada salahnya untuk kembali mengingat hukmah-hikmah yang terjadi hari ini.
Begitu banyak ikmat yang Allah berikan, sampai-sampai buku akuntansi tak muat untuk menuliskannya. Dan butuh lebih dari sebuah bulpen H-Tech untuk menuliskannya. Hari ini, ada beragam hikmah. Tentang nasionalisme yang samar tapi juga mengharukan. Pak Dahlan Iskan yang semakin lama semakin membuatku kagum dengan sosok seorang menteri BUMN yang sederhana, inovatif, kreatif, serta berani, da bertanggungjawab itu. Bagaimana tidak? Beliau naik kereta KRL Ekonomi hanya demi memastikan kelayakan kereta yang baru saja beliau periksa, beliau bahkan tak sungkan untuk memakai toilet umum di stasiun dan jga meracik sendiri soto yang di pesannya di salah satu kios di stasiun tersebut. Bahkan tak cuma sampai situ, beliau juga naik ojek ke istana negara di karenakan mobil pribadi beliau terhalang macet, sampai-sampai penjaga istana negara mencegatnya, karena mengira beliau itu bukan menteri. Subhanallah sungguh menteri yang benar-benar menteri. Inilah sosok seorang wakil rakyat yangdinanti-nantikan.
Impianku, akubisa dudk bersama beliau, menimba berbagai ilmu dari beliau. OH pak Dahlan Iskan, aku akan berusaha untuk terus mengirimimu fatihah supaya nanti akan ada kesempatan untukku bertemu denganmu. (^_^)
This entry was posted
on Sabtu, 24 Desember 2011
at 09.24
. You can follow any responses to this entry through the
comments feed
.

