Lorong Hitam  

Posted by Faiz Ahmad Nuzuliansyah

Suara halilintar menggelegar
Sejalan dengan lantunan musik yang berjalan
Halilintar menyambar
Hati yang kian lusuh di dera kerinduan

Pena berjalan seiring suara simphoni hati
Melambai-lambai manja penuh cinta
Kulihat peri kecil di lorong gelap itu
Sendirian dan kedinginan

Ingin ku menghampirinya dan memeluknya
Dalam kehangatan kasih sayang
Namun sial, realita momentum pahit ini mencegahku
Karena akupun kini tengah ringkih
Tak jauh beda dari peri kecil itu
Hanya saja, aku tergantung di pohon eksekusi
Sendiri menunggu mati

This entry was posted on Kamis, 15 Desember 2011 at 00.24 . You can follow any responses to this entry through the comments feed .

0 komentar

Posting Komentar