Datangnya hujan di iringi mendung
Datangnya pagi di iringi fajar
Tapi datangnya takdir tak di iringi kabar
Datangnya masa depan di iringi misteri
Semampai rumput bergoyang di padang savanna
Mahligai cerita membuai angan melayang menembus angkasa
Alunan gitar mendayu mengalir mengikuti udara
Tersentak aku mengetahui bebanmu
Beban yang diam-diam menggerogotimu
Menyelinap dari sudut terselip menyisakan perih
Aku ternganga tak berdaya
Melihatmu menahan derita sendirian dalam hampa
Tapi senyumanmu membuatku mengira semua baik-baik saja
Senyum ketulusan menghiasi warna
Apalah yang bisa kuperbuat
Andai saja bisa
Aku akan meminta kepada tuhan
Biarlah deritamu untukku saja
Karena aku takkan memaafkan diriku sendiri
Jika aku tak bisa berbuat apa-apa
Kembalilah sejenak ke bumi peraduanmu, Jakarta
Maafkan aku yang tak bisa berada di sampingmu senja
Kumohon segeralah kembali bersinar menerpa ragaku
Karena kaulah cahaya senjaku
Cahaya yang membuatku lupa akan beban di pundakku
Segeralah kembali ke lautan ilmu
Percayalah doa-doaku menyertaimu
Meski doaku tak sekeramat doa ibu dan ayahmu
Percayalah, doa ini berasal dari ketulusan hatiku
Percayalah aku mencintaimu senja
Kuatlah
Berjuanglah
Berdirilah
Wahai engkau cahaya senjaku
11 April 2012
This entry was posted
on Kamis, 12 April 2012
at 03.20
. You can follow any responses to this entry through the
comments feed
.
